Saturday, July 25, 2020

Materi 1 - Administrasi Sistem Jaringan XII

Control Panel Hosting


Control panel berisi fasilitas-fasilitas untuk mengatur fungsi-fungsi pada server, seperti add/remove domain, DNS, mail server, database/phpmyadmin, dan lain-lain. Zpanel termasuk web hosting control panel gratis dan lengkap untuk server berbasis Microsoft® Windows™ dan POSIX (Linux, Unix, dan MacOSX). Zpanel ditulis dalam PHP dan menggunakan beberapa open source (atau tersedia secara bebas) paket perangkat lunak untuk menjadikan web hosting yang aman. Control panel merupakan sebuah aplikasi yang terdapat pada hosting untuk mempermudah pengaturan hosting. Aplikasi ini mirip seperti OS dan berbasis GUI, namun sebenarnya aplikasi ini merupakan kumpulan scriptscript dan command yang didesain sedemikian rupa untuk memudahkan webmaster dalam mengelola website. Untuk dapat menggunakan fasilitas pengatur web hosting, pengguna harus menggunakan sebuah username dan password. Control panel sendiri juga dapat di akses melalui browser di internet, misalnya internet explorer, firefox, dan lain-lain. Kini, sebagai garis besar Control panel dapat diibaratkan sebagai sebuah jembatan untuk memerintah teknik ke berbagai program pendukung website yang telah ada di web server milik Anda. Beberapa program pendukung yang terdapat di control panel web hosting, misalnya MySQL, php, LiteSpeed, dan Apache.

  1. Memahami Hosting dan Control Panel

  1. Memahami Hosting

Hosting adalah tempat atau jasa internet untuk membuat halaman website yang telah Anda buat menjadi online dan dapat diakses oleh orang lain. Sementara hosting adalah jasa layanan internet yang menyediakan sumber daya server-server untuk disewakan sehingga memungkinkan organisasi atau individu menempatkan informasi di internet. berupa HTTP, FTP, EMAIL, atau DNS. Server hosting terdiri dari gabungan server-server atau sebuah server yang terhubung dengan jaringan internet berkecepatan tinggi.

  1. Jenis–Jenis Hosting

Ada beberapa jenis layanan hosting, yaitu shared hosting, VPS atau Virtual Dedicated Server, dedicated server, dan colocation server.

  1. Shared hosting

Shared Hosting menggunakan server hosting bersama dengan pengguna lain atau dalam satu server dipergunakan oleh lebih dari satu nama domain. Artinya, dalam satu server tersebut terdapat beberapa account yang dibedakan antara account satu dan lainnya menggunakan username dan password.

  1. VPS (Virtual Private Server)

VPS (Virtual Private Server) atau juga dikenal sebagai virtual dedicated server merupakan proses virtualisasi dari lingkungan software sistem operasi yang dipergunakan oleh server. Karena lingkungan ini termasuk lingkungan virtual, hal tersebut memungkinkan untuk menginstal sistem operasi yang dapat berjalan di atas sistem operasi lain.

  1. Dedicated server

Dedicated server adalah penggunaan server yang dikhususkan untuk aplikasi yang lebih besar dan tidak dapat dioperasikan dalam shared hosting atau virtual dedicated server. Dalam hal ini, penyediaan server ditanggung oleh perusahaan hosting yang biasanya bekerja sama dengan vendor.

  1. Colocation server

Colocation server adalah layanan penyewaan tempat meletakkan server yang digunakan untuk hosting. Server disediakan oleh pelanggan yang biasanya bekerja sama dengan vendor.

  1. Control Panel Hosting

Control panel hosting adalah alat yang memungkinkan untuk mengelola semua aspek layanan hosting. Hal ini memungkinkan pengguna melakukan sebagian besar proses admin sistem yang kompleks hanya dalam beberapa klik dari antarmuka admin. Bahkan, pengguna dapat melakukan tugas lanjutan, seperti migrasi server, pengalihan server web, dan lain-lain hanya dalam beberapa klik. Sebelumnya, hal ini dilakukan secara manual dan mengambil banyak waktu untuk mengatur semuanya. Control panel hosting banyak dipilih karena pengoperasian mudah dengan antarmuka berbasis web, melakukan konfigurasi untuk web server, membuat akun dan lain-lain lebih gampang dan cepat, cukup dengan seret kiri kanan mouse kemudian klik. Kecuali spesifikasi hosting rendah, tidak disarankan menggunakan control panel sebab akan banyak aplikasi yang belum tentu dibutuhkan ikut terinstal dalam sistem.

  1. Tips Memilih Control Panel

Dalam memilih control panel, ada beberapa pertimbangan sebagai berikut:

  1. pilih yang menggunakan sedikit memori dan sesuaikan dengan kebutuhan;

  2. user friendly;

  3. itur backup dan keamanan; serta

  4. sedikit biaya.

  1. Hosting Panel EHCP di Debian Server

Hosting panel merupakan antarmuka berbasis web yang disediakan oleh perusahaan hosting dan memungkinkan pelanggan untuk mengelola berbagai layanan host di satu tempat. Salah satu panel hosting gratis adalah EHCP. EHCP atau lebih dikenal dengan Easy Hosting Control Panel merupakan web hosting (control panel hosting) gratis yang dibuat untuk sistem operasi Linux dan jenis keturunan dari Debian. EHCP sudah memiliki fitur yang sangat lengkap, seperti Disk Quota Control, SSL Support, dukungan berbagai bahasa, FTP File Manager, Backup, Web Mail (Squirrel Mail, Roundcube Mail), Add Domain dan Subdomain, Transfer Domain, Konfigurasi Database, Web Stats, dan tersedianya script untuk instal berbagai cms, seperti wordpress, drupal, joomla, xoops, modx, dan masih banyak lagi yang lainnya. Fitur lebih lengkapnya dapat dilihat diwebsite ehcp (http://www.ehcp.net/?q=node/794). EHCP berdiri pada awal tahun 2006 dan sudah melayani ribuan perusahaan hosting termasuk juga individu. Dikembangkan dan dibuat pertama kali oleh Bvidinli dan sekarang EHCP sudah mendapat banyak sekali dukungan dari pengembang lain, sehingga memberikan dampak yang luar biasa bagi perkembangan EHCP itu sendiri. Perangkat yang dibutuhkan untuk keperluan instalasi yaitu

  1. PC Server;

  2. OS Linux (Baru diinstal); dan

  3. EHCP Installer.

Materi 1 - Administrasi Sistem Jaringan XI

Sistem Operasi Jaringan


Sistem operasi merupakan penghubung antara pengguna komputer dengan perangkat keras komputer. Sistem operasi secara umum didefinisikan sebagai suatu pengelola seluruh sumber daya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan ke pemakai sehingga memudahkan penggunaan dan pemanfaatan sumber daya sistem komputer. Sistem operasi jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakai sebagai server dalam jaringan komputer hampir mirip dengan sistem operasi komputer stand alone. Perbedaanya hanya pada sistem operasi jaringan dengan salah satu komputer harus bertindak sebagai server bagi komputer lainnya. Sistem operasi dalam jaringan selain berfungsi mengelola sumber daya dirinya, juga untuk mengelola sumber daya komputer lain yang tergabung dalam jaringan.

  1. Instalasi Sistem Operasi Jaringan

Instalasi merupakan hal yang dilakukan paling awal sebelum membangun server. Instalasi mencakup dua hal, instalasi perangkat keras dan perangkat lunak. Sebagai server yang akan melayani komunikasi antarjaringan, sebuah server minimal harus memiliki dua kartu jaringan. Satu untuk jaringan internal dan lainnya untuk jaringan eksternal. Persyaratan lainnya dalam instalasi server mengikuti syarat umum instalasi sistem operasi, seperti

  1. jumlah RAM yang diperlukan;

  2. besar ruang hard disk yang akan digunakan;

  3. tipe dan kecepatan prosesor; dan

  4. resolusi video/layar (diperlukan untuk sistem operasi GUI).

Informasi ini biasanya telah disediakan oleh perusahaan penyedia sistem operasi yang bersangkutan. Misalnya, untuk sistem operasi Debian Stretch dengan desktop memerlukan syarat perangkat komputer antara lain

  1. prosesor minimal Pentium IV 1 GHz;

  2. RAM minimal 128 MB (disarankan 512 MB); dan

  3. hard disk minimal 10 GB.

  1. Metode Instalasi Sistem Operasi

Sistem operasi diinstal ke dalam bagian tertentu dari hard disk. Lokasi tertentu ini biasa dikenal dengan istilah partisi disk. Terdapat sejumlah metode yang dapat digunakan untuk menginstal sistem operasi. Penentuan metode ini berdasarkan pada kondisi hardware, persyaratan sistem operasinya, dan kebutuhan user. Berikut ini empat pilihan jenis instalasi sistem operasi.

  1. Instalasi Baru

Opsi ini dapat digunakan apabila jaringan yang akan dibangun termasuk jaringan baru atau adanya penambahan perangkat server baru yang tidak mendukung sistem operasi jaringan yang ada saat ini. Jika memilih opsi ini, semua data pada partisi terpilih akan dihapus. Apabila ada aplikasi yang sudah terinstal sebelumnya pada sistem operasi lama perlu diinstal kembali.

  1. Upgrade

Opsi ini banyak digunakan pada sistem-sistem jaringan yang sudah berjalan. Opsi ini biasanya dilakukan karena adanya perbaikan fitur yang ada pada sistem operasi yang digunakan, termasuk juga karena fitur baru yang memang diperlukan. Dengan memilih opsi ini, aplikasi yang sudah terinstal sebelumnya kemungkinan akan tetap dapat digunakan setelah upgrade. Opsi upgrade hanya akan mengganti file-file sistem operasi sebelumnya dengan yang baru.

  1. Multi-Boot

Apabila disyaratkan untuk ada lebih dari satu sistem operasi dalam satu komputer, opsi ini dapat dipilih untuk memungkinkan penggunaan lebih dari satu sistem operasi. Setiap sistem operasi akan ditempatkan pada partisinya masing-masing. Oleh karena itu, perlu ada persiapan partisi sebelum melakukan instalasi multi-boot ini.

  1. Virtualisasi

Virtualisasi merupakan teknik yang memungkinkan instalasi sistem operasi dilakukan di atas sistem operasi yang ada saat ini. Tidak dalam partisi tertentu, namun dalam suatu file tertentu. File ini menjadi perwakilan dari suatu sistem komputer virtual. Satu komputer dapat memiliki lebih dari satu komputer virtual. Oleh karena itu, instalasi lebih dari satu sistem operasi juga dimungkinkan dengan teknik ini. Beberapa aplikasi yang memungkinkan untuk membuat sistem virtual ini adalah VirtualBox, VMWare, dan Virtual PC.


Sebelum melakukan instalasi sistem operasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan di antaranya sebagai berikut.

  1. Struktur Partisi yang akan Digunakan

Salah satu teknik yang digunakan untuk mengamankan data yang ada di komputer adalah dengan membuat partisi yang berbeda untuk sistem dan data. Dengan adanya pemisahan, akan memungkinkan jika sistem tersebut di-upgrade tanpa memengaruhi datanya. Pembagian ini juga dapat membantu dalam proses backup dan restore.

  1. Penentuan Jenis Sistem File

Sistem file merupakan sistem manajemen file yang diterapkan sistem operasi untuk mengelola file-file yang tersimpan di hard disk. Ada banyak sistem file yang telah dikembangkan saat ini. Beberapa yang sering digunakan, di antaranya FAT16/32, NTFS, HPFS, ext2, ext3, dan ext4. Setiap sistem operasi dapat memiliki lebih dari satu sistem file. Seperti Linux Ubuntu yang dapat mengelola hampir semua sistem file yang ada. Setiap sistem file yang dipilih memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Saat ini telah banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk mengolah partisi dan sistem file pada hard disk. Perubahan partisi yang dilakukan setelah instalasi dapat memungkinkan terjadinya kehilangan data. Oleh karena itu, diperlukan adanya perencanaan yang baik terkait penentuan struktur dan sistem file yang akan digunakan. Ada banyak partisi yang dapat dibuat untuk sistem operasi Linux. Berikut ini partisi-partisi yang umum digunakan.

  1. / adalah partisi utama (root) pada sistem operasi Linux. Peranannya mirip seperti drive C pada Windows XP. Pada setiap instalasi Linux, partisi harus selalu dibuat. Sistem file yang biasa digunakan untuk memformat partisi berupa ext4. Minimal besarnya partisi 5 GB. Dalam hal ini disarankan minimal 8 GB agar lebih leluasa menginstal program lainnya.

  2. /home adalah partisi untuk user. Partisi ini dapat berisi data user. Data dapat berupa dokumen, gambar, audio, video, dan konfigurasi aplikasi user. Partisi ini serupa dengan folder documents and settings atau users pada Windows. Partisi dapat dijadikan satu dengan partisi root (/) atau pada partisi sendiri. Sistem file pada partisi juga biasanya menggunakan ext 4. Besarnya partisi dapat ditentukan berdasarkan banyaknya data yang kemungkinan akan dihasilkan.

  3. /boot merupakan partisi yang berisi aplikasi booting (menjalankan) sistem operasi. Partisi ini tidak harus dibuat. Jika dibuat akan berguna nantinya pada saat instalasi multi-boot sistem operasi. Sistem filenya juga secara umum dapat menggunakan ext4.

  4. swap adalah partisi RAM pada sistem Linux. Partisi ini dapat digunakan sebagai RAM tambahan (memori virtual). Partisi ini berguna pada saat sistem kehabisan RAM (fisik). Semakin banyak jumlah aplikasi yang dijalankan semakin besar jumlah RAM yang digunakan. Pada saat sistem kehabisan RAM, Linux dapat menggunakan partisi swap sebagai RAM tambahan. Dalam Linux terdapat istilah swapping yang digunakan untuk menunjukkan proses pemindahan page dari memori RAM ke swap. Page adalah blok-blok pada memori. Ukuran dari partisi ini minimal sama dengan besarnya RAM yang ada. Namun disarankan agar besarnya swap dua kali RAM.